logo
×

Kamis, 18 Oktober 2018

Negara Dijalankan Ugal-ugalan, TKN Jokowi-Ma’ruf: Prabowo Sosok Pemimpin Pesimistis

Negara Dijalankan Ugal-ugalan, TKN Jokowi-Ma’ruf: Prabowo Sosok Pemimpin Pesimistis

NUSANEWS - Pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut negara dijalankan dengan ugal-ugalan dibalas kubu Jokowi-Ma’ruf tak kalah cadas.

Menurut kubu petahana, pernyataan Prabowo itu malah menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok pemimpin yang pesimistis.

Demikian disampaikan Jurubicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily.

Menurutnya, jika melihat masa depan Indonesia dengan prespektif pesimistik, maka pasti penilaiannya pun tak akan obyektif.

“Sebaik apa pun yang dilakukan pemerintahan Jokowi akan dinilainya secara negatif,” kata Ace saat dikonfirmasi, Rabu (17/10/2018).

Ace lantas menyindir, untuk membuat Indonesia lebih maju lagi, tidak perlu juga mengikuti cara kepemimpinan Presiden AS Donald Trump.

Sayangnya, lanjutnya, hal itu malah ditiru oleh Prabowo dengan menggunakan slogan ‘Make Indonesia Great Again’.

“Karena kami sebagai sebuah bangsa telah menuju ke arah yang lebih maju,” jelas dia.

Indonesia di bawah kepemimpian Jokowi, tambah Ace, telah menunjukan kelasnya sebagai negara yang siap memimpin dunia.

Hal itu sudah diperlihatkan secara akumulatif dalam pidato Presiden Jokowi dalam Sidang IMF-WB di Bali.

“Pidato Presiden Jokowi bukan saja memukau dunia, tapi sarat dengan pesan moral bagi ketertiban dan perdamaian dunia melalui diplomasi ekonomi,” jelas Ace.

Sebelumnya, Prabowo Subianto kembali melontarkan kritik pedas yang ditujukan kepada Jokowi melalui akun Facebook pribadinya, Selasa (19/10/2018).

Dalam unggahannya itu, dirinya mengklarifikasi makna ‘Make Indonesia Great Again’ yang disampaikan dalam orasi politiknya pekan lalu.

Dia membantah bahwa slogan itu plagiat dari ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Ia menjelaskan bahwa pernyataannya itu buah gagasan untuk mengembalikan kejayaan Indonesia, bukan malah dianggap spontanitas yang muncul belakangan ini saja.

Di sisi lain, ia juga menilai pemerintahan kerap membuat keputusan yang tidak matang. Termasuk persoalan keadilan yang mesti dibenahi dalam empat tahun terakhir ini.

Berbagai contoh inilah yang membuatnya menilai pemerintah telah mengelola negara secara ugal-ugalan.

“Empat tahun terakhir kita melihat bagaimana sebuah keputusan bisa dengan mudah direvisi atau dibatalkan tanpa memikirkan dampak hingga rakyat bawah,”

“Hukum menjadi alat tawar menawar politik tanpa pernah mempedulikan rasa keadilan,”

“Dan kita terus menyaksikan bagaimana riuhnya kabinet kerja, akibat saling tuding antar kementrian dan lembaga negara,”

“Perlahan-lahan mimpi untuk mengembalikan kejayaan Indonesia luntur oleh cara ugal-ugalan dalam mengelola negara,” kata Prabowo.

Menurutnya, cara pemerintahan saat ini sudah sangat jauh berbeda dengan kepemimpinan sebelumya.

Seperti Presiden ke-1 RI, Soekarno yang ia nilai berhasil mengobarkan semangat revolusi.

Tak ketinggalan, ia juga membandingkan dengan gaya kepemimpinan mantan mertuanya, Presiden Soeharto.

Ia menyebut, Soeharto telah berhasil mengedepankan pembangunan bangsa yang dibuktikan dengan stabilnya harga-harga kebutuhan pokok.

Jauh jika dibandingkan dengan kondisi saat ini.

“Stabilitas ekonomi terjaga, pertumbuhan ekonomi tinggi, kita melakukan swasembada pangan bahkan kita disebut-sebut sebagai salah satu negara Macan Asia yang segera bertranformasi dari negara agraris menjadi negara industri maju,”

“Tetapi ternyata pembangunan saja tidak cukup untuk mengembalikan kejayaan bangsa, gagasan demokratisasi muncul di penghujung milenum kedua,” jelasnya.



SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: