logo
×

Kamis, 18 Oktober 2018

Puja-puji Anies Baswedan kepada Jokowi, Kagum Masih Mau Blusukan di Jakarta

Puja-puji Anies Baswedan kepada Jokowi, Kagum Masih Mau Blusukan di Jakarta

NUSANEWS - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membagikan sertifikat hak atas tanah di Merunda, Cilincing, Jakarta Utara, rabu (17/10/2018).

Dalam kesempatan itu, Jokowi membagikan 10 ribu sertifikat kepada warga Jakarta Utara dari 13 kelurahan setempat.

Kepada wartawan, Anies Baswedan mengaku kagum dengan langkah presiden yang masih mau blusukan ke Jakarta.

Anies juga menyampaikan terima kasih kepada Jokowi yang rela membagikan sertifikat kepada masyarakat.

“Beliau adalah gubernur yang berkali-kali datang ke wilayah ini (Jakarta Utara). Ketika beliau bertugas sebagai gubernur dan sekarang sebagai presiden kembali,” ungkap Anies di Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (17/10/2018).

Yang membuatnya makin kagum adalah, kedatangan orang nomor satu di Indonsia itu juga dengan tanpa tangan kosong.

“Bukan hanya untuk menjenguk, tetapi datang untuk membagikan sertifikat tanah bagi warga Jakarta Utara,” lanjutnya.

Anies menambahkan, dengan adanya pembagian sertifikat tanah tersebut, warga Jakarta Utara tak perlu takut lagi untuk digusur.

Dengan adanya sertifikat yang diterima oleh warga itu, juga menandakan adanya kepastian hukum atas tanah yang dimiliki warga.

“Insya Allah, dengan adanya sertifikat ini kepastian mereka bertinggal di Jakarta akan hadir dan bapak Presiden kalau di lihat wajah-wajahnya mereka membawa sertifikat dan senyum semuanya,” ujarnya.

Jokowi memberikan sertifikat kepada 10 ribu warga Jakarta Utara dari 13 kelurahan setempat. Sertifikat itu diberikan kepada 12 orang yang mewakili warga.

Tercatat ada sekitar 1,6 juta bidang tanah DKI yang masih belum memiliki sertifikat secara resmi.

Untuk itu tahun ini pemerintah pusat menerbitkan 332.000 sertifikat, sisanya dikeluarkan tahun depan.

Sementara, dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung fitnah yang selama ini didapatnya sejak Pilpres 2014 lalu.

Yakni hoax dan fitnah yang menyatakan dirinya bagian dari Partai Komunis Idonesia atau PKI.

Mendapat tudingan yang tak masuk akal itu, Jokowi pun akhirnya merasa geram.

“Coba, Astaghfirullah. Saya saja lahir 1961. PKI dibuat kan tahun 1965. Umur saya kan baru 4 tahun, masa ada PKI balita,” ungkap dia.

Dengan kenyataan itu, lanjutnya, ia lantas mempertanyakan logika tudingan terhadap dirinya itu.

“Kalau ada fitnah dan hoax seperti itu, kita mikir, logis nggak,” lanjutnya dengan nada meninggi.

Untuk membuktikanya, ia lantas mempersilahkan siapapun untuk menanyakan langsung kepada orang-orang terdekatnya, keluarga, NU, Muhammadiyah atau Al-Irsyad yang ada di Solo.

Karena itu, ia menegaskan agar masyarakat tidak gampang terhasut dan menelan bulat-bulat isu hoax dimaksud.

Ia lantas memberkan beredarnya foto dirinya berada di tengah-tengah massa dengan banyak sekali atribut PKI.

“Ada gambar saya di medsos. Ini lihat,” katanya sembari menunjukan foto dimaksud melalui layar besar.

Dalam gambar tersebut, tampak dirinya tak sendiri. Melainkan bersama petinggi PKI.

“Yang pidato itu DN Aidit, ketua PKI. Saya cek ini pidatonya tahun 1955. Ada gambar saya di dekatnya ini, padahal lahir saja belum,” tuturnya.

“Ini kabar bener atau enggak bener? gambar seperti yang aneh aneh ini banyak sekali,” terang suami Iriana itu.

Dengan nada suara yang sedikit meninggi, Jokowi mengaku tidak habis pikir atas usaha orang-orang yang ingin menjatuhkannya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai, perilaku seperti itu bukanlah tata krama bangsa Indonesia.

“Bukan nilai yang harusnya kita anut di agama kita. Ini cara fitnah kejam,” tegasnya.

Dengan nada bercanda, dia lantas menantang siapapun yang tidak percaya dengan penjelasannya untuk maju.

“Yang disini ada yang percaya nggak? Silakan maju, saya beri sepeda. Kebangetan banget,” ucapnya yang disambut tawa hadiri.

Untuk itu, ia kembali mengingatkan agar bijak dalam menggunakan media sosial.

“Inilah keterbukaan media sosial yang kita semua harus tahu, jangan-jangan sampai kita kemakan,” pungkasnya.



SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: