
NUSANEWS - Bantuan dan kerja ikhlas relawan dari luar negeri tidak sepenuhnya diapresiasi pemerintah. Hal ini dialami oleh Kembara Kitchen asal Malaysia.
Kelompok relawan ini bermaksud membuat dapur umum di wilayah terdampak gempa dan tsunami di Donggala Palu, Sulawesi Tengah. Namun, ditolak masuk ke wilayah tersebut.
Kembara Kitchen yang berangkat bersama rombongan SAR UNM mengantar logistik akhirnya kembali ke Makassar. Di saat yang sama, SAR UNM juga menggelar pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) bagi anggota baru sejak akhir pekan lalu, di Tanjung Bayang, Makassar.

Jadilah, relawan Kembara Kitchen mendrop sebagian logistik dan peralatannya untuk berbagi ilmu dengan puluhan calon rescuer SAR UNM.
“Meskipun kami tidak berhasil menyiapkan dapur lapangan untuk melatih para sukarelawan di Palu, malam ini, kami melakukan uji coba di Teluk Bayang (Tanjung Bayang, red) sebagai bagian dari pelatihan resmi SAR UNM yang akan berlangsung akhir pekan ini,” tulis Kembara Kitchen dalam akun Facebooknya.
Kembara Kitchen membawa lengkap logistik dan peralatan masak, sekaligus untuk mengenalkan menu khas dari negaranya. Tim Kembara Kitchen terdiri dari enam orang masing-masing William Cheah Ui Lim, Chan Yi Lyn, Intan Mastura binti Abdul Maulud, Thirukumar Govindasam, Muhammad Fais Fitri bin Abdullah dan Shahadatul Farahusna by Sharifuddin membiarkan kru SAR UNM memasak dan mencicipi tiga hidangan mereka. Yaitu Macaroni Sardine, Nasi Goreng Kelentong dan Potato Ginger Stew.
“Malam ini, kami membimbing dan mengajarkan SAR UNM pada proses dari pengaturan hingga pengoperasian dapur lapangan Kembara. Ketika kami tidak berada di tengah-tengah pelatihan, SAR UNM mengatakan bahwa operasi kami berbeda 110% dari Dapur Umum biasa. Bahwa kami sistematis dan hal-hal yang kami lakukan sangat dapat diterapkan dan efisien. Sempurna untuk Dapur Umum di area bencana,” tulis akun tersebut.
Pihaknya juga mengapresiasi tim SAR UNM yang disebutnya “tidak kaya” alias dengan peralatan seadanya, namun mampu mengirimkan belasan relawan ke Donggala, Palu dan Sigi. Berbeda dengan relawan dari negaranya.
Karennya, usai pelatihan malam tadi tim Kembara Kitchen menhibahkan seluruh peralatan dapur umumnya untuk SAR UNM.
“Search and Rescue Team Universitas Negeri Makassar (SAR UNM) memiliki hati, mereka di tempat yang tepat dan Kembara Kitchen – Catering di Kuala Lumpur dan Selangor sangat senang telah membangun aliansi dengan mereka,” bebernya.
Atas sharing ilmu dan bantuan sejumlah logistik itu diapresiasi anggota dan Badan Pengurus SAR UNM. Pembina SAR UNM, Amir Pajokka menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terbangun dengan Kembara Kitchen. Begitu juga disampaikan mantan Ketua SAR UNM, Sarla yang turut ikut melakukan evakuasi di Donggala dan Palu pasca gempa dan tsunami.
“Pada dasarnya kita terbuka menjalin kerja sama dengan lembaga manapun. Apalagi sesama organisasi yang bergerak untuk misi kemanusiaan. Khusus kepada Kembara Kitchen kita ucapkan terima kasih,” demikian Sarla.
SUMBER

