logo

Rabu, 02 September 2020

Penggerebekan Gay di Apartemen Kuningan, Politisi PKS: Jelas Ini Membahayakan Moral dan Penularan Corona

Penggerebekan Gay di Apartemen Kuningan, Politisi PKS: Jelas Ini Membahayakan Moral dan Penularan Corona

DEMOKRASI.CO.ID - Puluhan kelompok berhasil diamankan dalam pesta gay di Apartemen Kuningan Suite lantai enam room 608, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VIII Bukhori Yusuf Muslim mendesak Polri untuk menindak tegas para kelompok Gay itu.

Pasalnya, hal tersebut sudah jelas melanggar moral dan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD) serta aturan Agama.

Apalagi, perbuatan bejat tersebut dilakukan di tengah wabah Covid-19 yang jelas berpotensi penularan virus asal kota Wuhan itu.

Demikian dikatakan oleh Politisi Frkasi PKS itu Bukhori Yusuf saat dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

“Saya mendesak agar polri bertindak tegas karena membahyakan moral dan penularan corona, dan sudah melanggar protokol kesehatan,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah harus turun tangan menertibkan kelompok Gay tersebut dan diberi penyadaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus yang dikonfirmasi pun membenarkan penggerebekan pesta gay tersebut.

“Iya benar ada penggerebekan (tempat pesta gay),” kata Yusri, Rabu (2/9/2020).

Yusri menyebut, penggerebekan itu berawal dari laporan masyarakat setempat.

Akan tetapi, pihaknya sempat kesulitan untuk bisa masuk ke dalam lokasi tempat digelar pesta penyuka sesama jenis itu.

Pasalnya, pesta gay itu digelar privat dan hanya orang tertentu saja bisa mendapatkan akses masuk.

Setelah mendapat cukup informasi dan bukti, petugas selanjutnya melakukan penyamaran agar bisa masuk ke dalam kamar tersebut.

“Akses untuk masuk ke situ (susah). Kita koordinasi dengan security baru petugas bisa masuk,” ungkap Yusri.

Setelah berhasil masuk, petugas mendapati puluhan laki-laki sudah dalam keadaan tanpa busana.

Bahkan, ada juga di antaranya yang sedang berhubungan dengan pasangannya.

Kendati demikian, Yusri enggan membeberkan lebih rinci terkait penggerebekan peta gay ini.

“Nanti jam 15.00 WIB kita rilis di TKP-nya di Kuningan ya,” ungkapnya.
loading...