logo
×

Jumat, 11 Februari 2022

Pesan Menyentuh Faisal Basri Kepada Jokowi: Kawan Politik Bapak Karena Kepentingan Sesaat, Mereka Akan Meninggalkan Kala Kekuasaan Bapak Berakhir

Pesan Menyentuh Faisal Basri Kepada Jokowi: Kawan Politik Bapak Karena Kepentingan Sesaat, Mereka Akan Meninggalkan Kala Kekuasaan Bapak Berakhir

DEMOKRASI.CO.ID - Ekonom senior Faisal Basri memberi pesan menyentuh kepada Presiden Joko Widodo. Sebagai rasa sayang, Faisal pun menuliskan pesan mendalamnya kepada Jokowi.

Sepertinya, ia memahami kondisi Presiden Joko Widodo saat ini yang sedang dikelilingi oleh pihak-pihak yang tujuannya hanya untuk sesaat. Ketika kepentingannya selesai, maka selesai pula hubungannya dengan Jokowi.

“Pak Jokowi, kawan2 politik Bapak mengamini Bapak karena kepentingan sesaat. Mereka akan meninggalkan Bapak kala kekuasaan Bapak berakhir atau meredup,” ujar Faisal melalui akun Twitternya @Faisal Basri, Jumat 11 Februari 2022.

Faisal mengingatkan kepada Jokowi bahwa teman sejati adalah rakyat yang telah memilihnya karena keyakinan akan masa depan. Rakyat itu tulus, tanpa disertai kepentingan dalam memberi dukungan.

“Teman sejati Bapak adalah rakyat yang memilih Bapak. Bapak ada karena mereka. Dukungan mereka tulus,” pinta Faisal Basri.

Sebenarnya bukan kali ini saja Faisal Basri memohon kepada Jokowi. Pada 2020 silam, Faisal juga pernah berpesan kepada agar Presiden tidak terpengaruh ajakan Bank Dunia.

Saat itu, Faisal menyampaikan pesan kepada Presiden Jokowi mengenai Undang-Undang Cipta Kerja. Ekonom tersebut meminta kepada Sang Kepala Negara untuk lebih mendengarkan suara masyarakat ketimbang Bank Dunia terkait Undang-Undang Cipta Kerja tersbut.

“Pak Jokowi, jangan dengar celotehan Bank Dunia, dengarkanlah rintihan rakyat yang merasa dikhianati,” ujar Faisal pada Selasa 20 Oktober 2020 silam.

Pesan tersebut didasari karena Bank Dunia telah menyatakan siap mendukung UU Cipta Kerja. Melalui keterangan resmi, Bank Dunia melihat UU Cipta Kerja adalah upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif dan mendukung aspirasi jangka panjang negara ini menjadi masyarakat yang sejahtera.

Presiden Jokowi pun mengutip pernyataan Bank Dunia terkait UU Cipta Kerja tersebut: “Undang-Undang Cipta Kerja adalah upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif,” tulis Jokowi mengutip pernyataan Bank Dunia. [terkini]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: