logo
×

Rabu, 09 Maret 2022

Bandingkan dengan Nazi, Ukraina minta Inggris tetapkan Rusia sebagai negara teroris

Bandingkan dengan Nazi, Ukraina minta Inggris tetapkan Rusia sebagai negara teroris

DEMOKRASI.CO.ID - Peperangan antara Ukraina dan Rusia masih berlangsung panas. Kali ini, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy membandingkan perjuangan negaranya sama halnya dengan pertempuran Inggris melawan Nazi dahulu.

Dalam pidatonya, Zelenskyy mengucapkan kembali perkataan mantan perdana menteri Inggris, Winston Churchill dan mengatakan Ukraina tidak akan menyerah dan berjuang untuk tanah mereka.

"Kami tidak akan menyerah, dan kami tidak akan kalah. Kami akan berjuang sampai akhir, di laut, di udara, kami akan terus berjuang untuk tanah kami, berapa pun biayanya," ucap Zelenskyy dikutip dari ABC News pada 9 Maret 2022.

Tidak hanya itu, Zelenskyy juga meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Inggris untuk memberikan sanksi yang berat kepada Moskow. Presiden Ukraina ini juga meminta agar Inggris menyatakan Rusia sebagai negara teroris. Selain itu, ia memohon, agar Inggris membantu mengamankan wilayah udara dari serangan Rusia.

"Tolong pastikan bahwa Anda melakukan apa yang perlu dilakukan," katanya.

Volodymyr Zelensky juga menunjukkan warga sipil yang tewas dan kekurangan makanan serta air di negaranya. Ia juga selalu mendokumentasikan invasi Rusia setiap harinya serta senjata yang digunakan.

Presiden Ukraina itu juga mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson karena telah mendukung Ukraina terhadap serangan Rusia. Ia berharap, negara-negara lain juga bisa melakukan langkah lebih jauh untuk melawan perbuatan Rusia.

Tidak gentar walaupun sudah dikepung

Zelenskyy mengatakan, pasukan Ukraina telah menguasai kota-kota penting di bagian tengah dan tenggara. Meskipun Rusia telah mengepung wilayah Kharkiv, Mykolaiv, Chernihiv, dan Sumy, itu tidak membuat pasukan Ukraina gentar dan tetap berjuang mempertahakan tanah negaranya.

Selasa kemarin, Gubernur Regional, Oleh Synehubov mengatakan, pasukan Ukraina telah menggagalkan invasi Rusia di Kharkiv. Hingga kini, tercatat Rusia telah melakukan upaya merebut kota dengan penduduk 1,4 juta orang sejak awal invasi dilakukan.

Kendati demikian, Zelenskyy mengungkapkan, dirinya tidak akan pernah takut demi mengakhiri peperangan yang terjadi di negaranya. Ia juga bersedia diskusi kembali dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Zelenskyy mengatakan dirinya siap untuk melakukan pembicaraan kembali terkait negoisasi sebelumnya terhenti.***

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.

Komentar Pembaca