logo
×

Senin, 01 Agustus 2022

Survei Median: Prabowo-Cak Imin Tertinggi Pilihan Netizen

Survei Median: Prabowo-Cak Imin Tertinggi Pilihan Netizen

DEMOKRASI.CO.ID - Hasil survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) didapati pasangan Prabowo-Cak Imin paling diminati oleh warganet alias netizen.

Hal itu disampaikan peneliti senior Ade Irfan Abdurrahman dalam hasil survei Median di kawasan Jakarta Pusat, Senin (1/8).

“Di nomor satu ada Prabowo-Muhaimin di angka 24,1 persen dalam skenario calon presiden dan wakil presiden sesuai dengan koalisi yang muncul saat ini di media yaitu Gerindra-PKB,” ucap Ade Irfan di lokasi.

Pasangan Prabowo-Cak Imin ini, kata Ade Irfan, sengaja dipasangkan karena dari PKB, hanya ada nama Cak Imin yang mencuat untuk menjadi kandidat calon presiden tidak ada nama lainnya.

“Arah PKB ke Muhaimin, beliau juga ketum parpol, jadi tiketnya masih dipegang Cak Imin,” katanya.

Dia menambahkan bahwa, secara personal Prabowo memiliki modal elektabilitas yang tinggi, dan Cak Imin sebagai pemegang NU terbesar di Jawa Timur memungkinkan untuk maju mendampingi Prabowo. Terlebih, tiket maju sebagai capres dan cawapres sudah dipegang oleh kedua orang tersebut di internal partai.

“Prabowo- Cak Imin, secara personal Prabowo sendiri sudah punya modal elektabilitas yang cukup tinggi karena angkanya, keduanya kalau kita berkaca pada pilpres 2019 ini adalah gabungan antara oposisi dan koalisi, walaupun Prabowo ikut dalam pemerintahan Jokowi tapi beliau masih punya 19,1persen yang elektabilitas dijaga dan didukung dengan PKB pendukungnya Cak Imin dengan basis NU yang kuat,” demikian Ade.

Survei ini mennggunakan rancangan non probability sampling, dengan kuesioner berbasis Google form disebarkan melalui sosial media Facebook dengan target pengguna aktif Facebook berusia 17 hingga 60 tahun, yang disebarkan pada tanggal 21-27 2022, hasilnya sebaganya 1.500 responden yang tersebar di 34 provinsi. [rmol]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: