
NBCIndonesia.com - Rendi Kurnia Sandi (13), anak laki-laki asal Kampung Citundun, Desa Gardu Jaya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terlantar di Purwakarta. Bocah itu mengaku sudah hampir sebulan terakhir hidup seorang diri setelah tak mampu lagi pulang ke kampung halaman.
"Untuk makan saya markirin mobil dan motor. Kalau tidur di Masjid Agung Purwakarta," kata Rendi, Senin (21/3).
Rendi ditemukan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di sekitar pelataran Masjid Agung Purwakarta. Bocah yang mengaku sebagai yatim piatu itu sedang menangis.
"Saya ingin pulang tapi enggak bisa, saya mau sekolah," katanya.
Rendi menceritakan perjalanannya hingga terlantar di Purwakarta. Dikatakannya dia berangkat dari Ciamis dengan rencana untuk ke Jakarta, setelah diajak seseorang yang baru dikenalnya.
"Saya cita-cita ingin jadi penulis novel, terus ada yang ngajak kerja di Jakarta. Taunya saya ditinggalin di sini," Ujar Rendi.
Sejak itulah anak dari Almarhum Edi Karsidi dan Yoyoh Kusdia ini bekerja bating tulang dan peras keringat. Mulai dari bekerja sebagai tukang parkir, hingga memungut sampah. Hal itu dilakukan demi dapat bertahan hidup.
"Saya tidak punya siapa-siapa di sini," katanya.
Dedi akhirnya membawa anak laki-laki yang mengaku masih duduk dibangku kelas 1 SMP itu ke rumah dinasnya di Jalan Ganda Negara, kompleks Pemda Purwakarta.
"Rendi mau tinggal di sini, mau sekolah di sini, kalau mau Rendi tinggal sama saya di sini," kata Dedi Bertanya.
Rendi yang semula seolah tak percaya dengan pertanyaan orang nomor satu di Purwakarta itu, kemudian terlihat sumringah setelah.
"Sudah jangan bingung begitu, nanti Rendi Bapak sekolahkan di SMP di sini, kalau pulang sekolah bisa bantu-bantu di sini," tutur Dedi.
Dedi kemudian mencari tahu kebenaran tentang anak tersebut. Selanjutnya melakukan komunikasi dengan menelepon Kepala Desa Gardu Jaya, Kabupaten Ciamis sebagai daerah asal Rendi. Kemudian Dedi meminta izin untuk merawat hingga menyekolahkannya di Purwakarta.
Selanjutnya dengan diantar staf rumah dinas bupati, Rendi diajak mendaftar ke salah satu sekolah di Purwakarta.
"Kita daftarkan sekarang ke SMP Negeri 3 Purwakarta, besok dia sudah sekolah," pungkas Dedi.(mdk)

