
NBCIndonesia.com - Kematian penyair dan aktivis Wiji Thukul, masih menjadi misteri. Beberapa waktu lalu, seorang pegiat media sosial melalui akun pathnya @Ndorokakung mengunggah postingan Wiji Thukul tewas saat merakit bom di Timor Leste.
Terkait hal itu, Wakil Ketua DPR yang juga mantan aktivis '98, Fahri Hamzah menilai, kasus kematian Wiji Thukul harus segera diungkap. Sebab, kasus penculikan aktivis kerap dijadikan senjata sekelompok orang untuk menyudutkan negara.
"Karena ini adalah blackmail terhadap negara, terhadap institusi militer kita dan saya kira perlu klarifikasi, keluarga Wiji dan orang yang selama ini mendukung, termasuk LSM yang selama ini besar juga melalui isu," ujar Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/03/2016).
Politisi PKS ini menuturkan, kabar tentang Wiji Thukul itu seharusnya dijadikan intropeksi oleh semua pihak. Karena selama ini, kata dia, ada kekuatan yang selalu menyudutkan institusi seperti TNI, Kepolisian, dan Intelijen negara terkait kematian para aktivis.
Ia mencontohkan sosok Prabowo Subianto yang selalu dikambinghitamkan terkait kematian aktivis. "Apalagi nanti musim pemilu gitu, ada calonnya pak prabowo, sedikit-sedikit penculikan aktivis," katanya.
Oleh karena itu, ia berharap ada pelurusan tentang sejarah dan momen yang terjadi di masa lalu.
Menurutnya, negara selalu disalahkan atas hal-hal seperti peristiwa kematian aktivis. "Ya harus diluruskan kan, jangan sampai sejarah diluruskan selalu dianggap menyalahkan negara, tapi begitu ada gerakan sipil yang keliru ya juga harus diluruskan," tandasnya.(rn)

