logo
×

Selasa, 18 Juli 2017

Kurun 6 Bulan Penduduk Miskin di Papua Barat Bertambah Jadi 228 Ribu Jiwa

Kurun 6 Bulan Penduduk Miskin di Papua Barat Bertambah Jadi 228 Ribu Jiwa

NUSANEWS, JAKARTA - Jumlah penduduk miskin di Papua Barat kembali meningkat pada kurun waktu September 2016 hingga Maret 2017.

Pelaksana Harian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat Bona Ventura Hard di Manokwari, Senin, mengatakan, pada September 2016 jumlah penduduk miskin di Papua Barat tercatat sebanyak 223,60 ribu jiwa atau 24,88 persen dari total jumlah penduduk di daerah tersebut.

Data terbaru pada Maret 2017 meningkat menjadi 228,38 ribu jiwa atau 25,10 persen dari total jumlah penduduk Papua Barat.

“Secara prosentase penduduk miskin di Papua Barat meningkat sebesar 0,22 persen. Kenaikan ini terjadi baik di daerah perkotaan maupun pedesaan,” kata dia.

Sesuai hasil survei BPS, kenaikan ini terjadi akibat adanya inflasi atau kenaikan harga pada komoditas beras dan rokok. Dua komoditas ini memiliki andil cukup besar dalam peningkatan angka kemiskinan di daerah tersebut.

Di wilayah perkotaan, kata dia, beras membawa pengaruh 20,61 persen terhadap pembentukan garis kemiskinan, dipedesaan 18, 52 persen. Sementara komoditas rokok di pedesaan menyumbang 18, 14 persen dan perkotaan 9,91 persen.

omoditas lain yang juga menyumbang pembentukan garis kemiskinan di daerah tersebut lain, ikan kembung, ikan tongkol/cakalang, gula pasir, telur ayam ras, mi instan, susu bubuk, bawang merah, dan singkong.

Dia mengutarakan, secara prosentase kemiskinan di wilayah Maluku-Papua paling tinggi dibanding daerah lain di Indonesia. Dari sisi jumlah, tertinggi masih terjadi di wilayah Jawa.

“Prosentase penduduk miskin wilayah Maluku-Papua 21,45 persen dan di Jawa 10,1 persen. Tapi dari sisi jumlah, Jawa masih lebih tinggi yakni 14,79 juta orang, Maluku-Papua 1,52 juta orang,” ujarnya lagi.

Meskipun demikian, lanjutnya, hal ini tidak boleh dibandang sepele. Indek Pembangunan Manusia (IPM) terutama di Papua Barat harus terus digenjot melalui program pembangunan yang berbasis pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (akt)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: