NUSANEWS, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto resmi ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP.
Kabar tersebut jelas menjadi kabar mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, selain ketum Golkar, Setnov adalah Ketua DPR RI.
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Nurul Arifin mengaku shock atas penetapan tersangka Papa Novanto.
Ia pun tak mau berkomentar banyak saat awak media ‘menyerbu’nya dengan berbagai pertanyaan.
“Saya nggak berani berkomentar banyak ya, karena baru mendengar beritanya dan belum melihat suratnya,” ujarnya sebelum meninggalkan gedung DPR kemarin (17/7).
Meski begitu, mantan artis itu berharap yang terbaik untuk atasannya tersebut dan tak ada intervensi dari pihak manapun.
“Kita ikuti saja. Saya tidak berani berkomentar banyak. Masih kaget, masih kaget,” lanjutnya.
Saat ditanya di mana posisi Setnov tadi malam? Nurul mengatakan, Setnov baru saja meninggalkan Kompleks Parlemen, Senayan.
Menurut dia, kondisi bosnya sehat-sehat saja. Pada siang hari, legislator asal Dapil NTT II itu masih memimpin rapat pimpinan DPR.
Nurul enggan memberikan penjelasan terkait langkah Partai Beringin setelah Setnov jadi tersangka. Dia langsung menuju mobil yang menunggunya.
Kameramen yang hendak mengambil gambar ketika dia hendak masuk ke mobil pun dilarang. Setelah kamera tidak diarahkan ke dirinya, dia baru masuk kendaraan roda empat itu.
Seperti diketahui, KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus pengadaan e-KTP.
‘Papa Novanto’ diduga menyalahgunakan kewenangan sehingga mengakibatkan negara rugi Rp2,3 triliun.
Setya Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (ps)


