
NUSANEWS - Wacana menduetkan Jusuf Kalla (JK) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 terus bergulir. Namun, tak sedikit yang menyangsikan duet tersebut akan terealisasi.
Pengamat politik dari PARA Syndicate Ari Nurcahyo menilai wacana terbentuknya pasangan Jusuf Kalla (JK) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pilpres 2019 tak akan terwujud.
"Soal adanya isu JK- AHY secara kalkulasi riil politik sulit diwujudkan, jadi lebih ke isu cawapres untuk Jokowi, termasuk menempatkan peluang AHY," ujar Ari di Jakarta, Selasa (3/7/2018).
Pada Senin (25/6/2018) malam, JK bertemu dengan SBY di kediaman pribadi SBY, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Berbagai spekulasi pun bermunculan pasca pertemuan tersebut.
Ari menilai dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden Joko Widodo, Jusuf Kalla mengunjungi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat, untuk mengajak partai berlambang mercy itu memperkuat koalisi di Pemerintahan.
"Langkah Pak JK ini bisa dibaca sebagai ajakan kepada Demokrat untuk memperkuat koalisi ke gerbong pemerintah mendukung pencapresan Pak Jokowi," kata Ari,
Diprediksi Kalah
Disisi lain, timbul prediksi pesimistis terhadap duet JK-AHY. Bahkan, duet tua dan muda ini dinilai akan bernasib sama seperti ketika JK maju bersama Wiranto (WIN) di Pilpres 2009.
"Kalau kita bercermin dari pengalaman 2009 agak berat ya. Pak JK kalau disurvei presiden, angkanya relatif. Nah AHY ini sebagai calon wakil presiden memang di survei itu 3 besar, tapi belum jadi calon wakil yang bisa mendongkrak suara," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, di Jakarta, Selasa (3/7/2018).
Qodari menyebut memang ada fenomena wakil bisa mendongkrak elektabilitas capres atau pihak utama dalam pencalonan. Untuk duet ini, dia menilai JK-AHY akan kalah seperti ketika JK maju sebagai capres dengan cawapres Wiranto.
Belum Final
Meski demikian, Partai Demokrat (PD) menyebut mereka masih membuka opsi berkoalisi dengan partai-partai lain. "Sikap Demokrat saat ini masih terbuka untuk semua opsi. Kami menjalin komunikasi dengan semua pihak. Dengan Gerindra, PAN, PKB dan yang lain kami komunikasi," ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean di Jakarta, Selasa, (3/7/2018).
Ferdinand mengatakan, duet JK-AHY merupakan keinginan kader besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu. Dia menegaskan, duet ini belum sikap final PD untuk 2019.
"Saya tegaakan bahwa itu adalah aspirasi kader. Mungkin juga nanti menjadi salah satu opsi yang akan dibahas oleh Majelis Tinggi. Tidak ada rencana deklarasi karena belum menjadi keputusan partai," tegasnya.
Tak Berprospek
Sementara itu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy menilai wacana yang dilontarkan Partai Demokrat dengan mengusulkan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (JK-AHY) untuk pemilihan presiden 2019 tidak memiliki prospek untuk mewujud.
“Jadi saya bisa mengatakan bahwa wacana yang dikembangkan oleh Demokrat sama sekali tidak memiliki prospek untuk 2019 yang akan datang,” katanya di Jakarta, Selasa malam.
Menurut Romahurmuziy, ada dua alasan penting pasangan tersebut tidak memiliki landasan kuat untuk dapat terwujud. Karena tidak ada koalisi yang mengusungnya, mengingat Partai Demokrat tidak mempunyai cukup suara untuk mengusung sendirian.
“Sejauh perjumpaannnya dengan Wapres M Jusuf Kalla, sampai sejauh ini juga tidak ada tanda-tada untuk maju ataupun dikehendaki oleh kalangan sekelilingnya untuk maju menjadi capres,” kata Rommy.
SUMBER

