logo
×

Jumat, 12 Oktober 2018

Ratna Sarumpaet Tak Akui Pengeroyokannya Hoax, Polri Sebut Bisa Kayak Warga Tidur di Ban Herkules

Ratna Sarumpaet Tak Akui Pengeroyokannya Hoax, Polri Sebut Bisa Kayak Warga Tidur di Ban Herkules

NUSANEWS - Kadiv Humas Mabes Polri Setyo Wasisto tak bisa membayangkan jika seandainya kasus hoax Ratna Sarumpaet tidak cepat terungkap.

Menurutnya, kasus tersebut bisa menjadi bola liar di tengah masyarakat.

“Kita bayangkan kalau seandainya Ratna tidak mengakui. Pasti kita akan dituding polisi begoklah polisi tak bertanggung jawab,” kata Setyo di Hotel The Alone Sentul, Bogor (12/10/2018).

Menurutnya, betapa cepat reaksi bahayanya penyebaran hoax tersebut. Ia contohkan dengan kasus pesawat herkules di Sulawesi Tengah pasca tsunami beberpa hari lalu.

Pada pasca sehari kejadian tsunami, kata Setyo, ada info bahwa ada keberangkatan pesawat herkules gratis mengangkut masayrakat ke luar kota palu.

“Masyarakat sudah berbondong-bondong, ada yang tidur di ban pesawat untuk segera diberangkatkan. Padahal itu info hoax,” ungkapnya.

“Jadi, infonya memang akan diberangkatkan tapi ada kriteria penumpang. Tapi karena salah info, jadi seperti itu,”tandasnya.

Karena itu, Setyo berharap insan media dan polri bersinergi dalam memberantas info-info hoax.

“Ada wartawan yang whatsapp saya, ini ada info pengoroyakan Bu Ratna, kita gerak cepat. Kita konpers, sorenya Ratna akui iya tidak dikeroyok. Alhamdulillah kita terimakasih ke media ya,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Ratna ditangkap jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (4/10/2018)malam.

Penangkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan koordinasi dengan Ditjen Imigrasi dengan melayangkan surat permintaan pencekelalan.

Ratna pun telah dilakukan penahanan dengan disangkakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan Undang-Undang ITE Pasal 28 juncto Pasal 45 dengan ancaman 10 tahun penjara.


SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: