
Nusanews.com - Meski pemilu legislatif dan pilpres masih tiga tahun lagi, perseteruan antar parpol mulai panas. Partai Golkar yang akan mengusung Jokowi dalam Pilpres 2019 dikritik PDIP. Golkar dianggap jual murah demi menaikkan daya tawarnya.
Halitu disampaikan Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno pada wartawan di Jakarta, kemarin. Menurutnya, Partai Beringin ingin menaikkan posisi tawar di depan Presiden.
Tak hanya itu, Hendrawan juga mengatakan, jika niat Partai Golkar untuk mengusung Jokowi sebagai calon presiden di 2019 perlu dibuktikan. "Mencalonkan Jokowi kembali menurut saya dalam tanda petik lebih banyak mengecoh media," katanya.
Menurut dia, pengalaman Partai Golkar sangat panjang dalam perpolitikan nasional karena itu partai beringin akan mencari cara agar keluar dari situasi sulit. Hal itu terkait dengan konflik dualisme kepengurusan Golkar yang terjadi sebelumnya.
Jika dibaratnya perlombaan motor, Partai Golkar itu sudah masuk level motor GP. Artinya, Golkar sudah level tertinggi dalam perpolitikan nasional.
Kendati begitu, Hendrawan mengatakan pencalonan Jokowi sebagai calon presiden merupakan hak Golkar dan tak ingin mencanpuri urusan rumah tangga partai lain.
Seperti diberitakan, Partai Golkar akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 26-28 Juli di Jakarta. Salah satu agenda penting yakni dukungan Golkar ke Jokowi sebagai capres 2019.
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, jika dukungan yang akan diberikan sudah melalui proses dan tahapan yang panjang karena itu dukungan bukan terlalu cepat.
"Saya kira persoalannya bukan itu, persoalannya adalah Partai Golkar ingin ada kejujuran dari kami, anak bangsa apabila ada putra terbaik bangsa yang punya prestasi, yang memang memiliki pikiran untuk bangsa kedepan, kami harus objektif," kata Idrus.
Menurutnya atas dasar niat baik maka Golkar ada keterpanggilan dengan penuh tanggung jawab untuk mengembangkan politik kebangsaan, maka Golkar mendukung Jokowi dalam rangka menghadapi pilpres tahun 2019. *** (rmol)

