
NUSANEWS, JAKARTA - Bareskrim Polri melakukan penggerebekan serentak di empat lokasi berbeda terkait kejahatan penipuan online internasional, yakni di Jakarta, Bali, Surabaya dan Batam.
Dalam penggerebekan hasil kerjasama dengan Polda Metro Jaya, Polres Depok, Polrestabes Surabaya dan kepolisian Tiongkok itu, total polisi mengamankan 150 WNA yang rata-rata dari Tiongkok.
Sindikat WN Tiongkok sindikat penipuan online internasional ini disebut cukup besar mengingat jumlah orang yang berhasil diamankan.
Total, dari empat lokasi berbeda itu, polisi mengamankan 150 orang.
Dari Pondok Indah, polisi membekuk 29 orang yang rata-rata WN Tiongkok. Sementara itu, dari Kuta Selatan, aparat menahan 28 orang.
Yang paling banyak terdapat di Surabaya. Total, ada 93 orang yang ditangkap dan dikumpulkan dari operasi kemarin.
Rinciannya, 12 WN Taiwan, 1 WN Malaysia, 1 WNI, dan sisanya WN Tiongkok. 26 orang di antara mereka adalah perempuan dan semuanya berasal dari Tiongkok.
Pertanyaanya, bagaiman polisi bisa mengungkap sindikat penipuan online internasional itu?
Salah seorang petugas Bareskrim mengungkapkan, pengintaian sebenarnya sudah dilakukan terhadap sindikat itu sejak tiga bulan lalu di Surabaya.
Proses pengintaian yang cukup lama itu, disebutnya untuk memastikan bahwa benar itu adalah sindikat yang dimaksud.
“Kami harus memastikan dulu apakah sudah semua sindikat berhasil kami identifikasi,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga harus terus berkoordinasi dengan tim pengintai yang ada di Jakarta dan Bali.
“Biar masing-masing tim di Surababaya, Jakarta dan Bali bisa saling mencocokkan hasil penyelidikan,” terangnya.
Bahkan, untuk mendapatkan informasi, petugas sampai harus menyamar dengan cara bermacam-macam.
Mulai dari pedagang bakso keliling, pemulung sampah, penjual sayuran dan lain sebagainya.
Namun, yang paling efektif adalah dengan menyamar sebagai petugas TV kabel.
Dengan penyamaran sebagai petugas TV kabel itu, petugas akhirnya bisa masuk dan mengonfirmasi bahwa benar itu adalah sindikat yang tengah diburu.
“Melihat situasi rumah dan memang benar penuh dengan wifi router, telepon dan HP dalam jumlah banyak,” bebernya.
Di Surabaya sendiri, polisi mengamankan pelaku paling banyak dari tiga rumah mewah paling mahal di Surabaya, Graha Family.
Total, ada 93 orang yang ditangkap dan dikumpulkan dari operasi kemarin.
Rinciannya, 12 WN Taiwan, 1 WN Malaysia, 1 WNI, dan sisanya WN Tiongkok. 26 orang di antara mereka adalah perempuan dan semuanya berasal dari Tiongkok.
Dari tiga rumah yang digerebek di Surabaya, polisi menyita 5 laptop, 3 iPad mini, 1 iPad, 41 telepon, 12 wireless router, 12 network hub, 82 ponsel dan 17 numeric keyboard.
“Mereka tampaknya sangat profesional,” ucap Kapolrestabes Surabaya Kombes M Iqbal. (ps)

