logo
×

Kamis, 18 Oktober 2018

Gerindra Sudah Emosi: Andi Arief Belajar Etika Politik! Eh…Malah Demokrat Cuek

Gerindra Sudah Emosi: Andi Arief Belajar Etika Politik! Eh…Malah Demokrat Cuek

NUSANEWS  - Kelakuan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief sepertinya sudah membikin Partai Gerindra tak bisa menahan kegeramannya.

Pasalnya, sudah kesekian kali anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu bak duri dalam daging.

Meski Partai Demokrat tergabung dalam koalisi pendukung Prabowo-Sandi, tapi Andi Arief acap kali melontarkan kritik cadas kepada capres-cawapres koalisi oposisi itu.

Terakhir, Andi Arief menyebut Prbaowo malas-malasan menghadapi Pilpres 2019.

Ketua Umum Partai Gerindra itu disebutnya jarang turun ke berbagai daerah untuk menyapa masyarakat.

Menanggapi kelakuan itu, Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade meminta kepada Andi belajar etika berpolitik.

Jika memang tidak bisa, Andre menyarankan agar Andi lebih baik menutup mulut dan diam saja tak usah membuat pernyataan yang kontra produktif.

“Bang Andi walaupun lebih senior dari saya, belajar etika politik. Itu saja,” tegas Andre, Selasa (16/10/2018).

Akan tetapi, sikap Andi, menurutnya, bukan merupakan sikap resmi Partai Demokrat.

Jadi pernyataan itu tak bisa disimpulkan sebagai pertanda kurang solidnya parpol koalisi dalam mengusung pasangan Prabowo-Sandi.

“Kalau kata orang Demokrat, Andi Arief tidak mencerminkan sikap Demokrat,” kata Andre.

Andre menambahkan, Andi sendiri tak pernah datang dalam rapat bersama tim pemenangan Prabowo-Sandi.

Dia juga mengaku tak tahu apa alasan yang bersangkutan selalu absen saat rapat.

“Andi Arief itu nggak pernah datang rapat. Jadi mau tahu apa dia soal tim? Nggak tahu (alasan tak hadir, Red). Tanya sama dia,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan, partainya tidak akan memberikan sanksi kepada Andi Arief.

“Apa yang mau diberikan sanksi? Nggak ada yang nggak benar. Ini kan interaksi saja,” kata Syarief kepada waartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10).

Syarief meminta masalah kritikan Andi Arief pada Prabowo tak lagi diperbesar.

Dia pun berharap semua pihak untuk tidak berasumsi terlalu jauh terkait masalah tersebut.

“Nggak lah jangan terlalu diperlebar persoalannya. Persoalannya sudah selesai,”

“Kalau persoalannya hanya mengatakan tidak maksimal ya nggak apa-apa sampai situ aja jangan punya asumsi yang jauh begitu (pemberian sanksi, Red),” jelasnya.

Syarief menuturkan, Andi Arief tidak perlu belajar etika politik karena kadang kritikan Andi Arief ada benarnya.

“Banyak hal dia (Andi, Red) betul gitu loh,” kata Syarief.



SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: